2021-10-26

Lintasarta - 4 Kota di Indonesia yang Sudah Terapkan Konsep Smart City

Image
Share

Smart City atau kota pintar sudah diaplikasikan di berbagai daerah di Indonesia. Konsep Smart City memungkinkan pemerintah untuk terhubung dengan masyarakat, memantau infrastruktur fasilitas kota, hingga memonitor peristiwa yang terjadi di wilayahnya secara real-time. Dengan konsep Smart City, pemerintah dapat mengambil keputusan dengan cepat berdasarkan data yang dihimpun. 

Bukan hanya pemerintah, konsep Smart City juga memudahkan masyarakat untuk terhubung dengan pemerintah dan menjalankan aktivitas dengan fasilitas daerah. Smart City di Indonesia diadopsi berbagai daerah di antaranya Badung, Batu, Siak, hingga Mimika. Berikut bagaimana pemerintah kota/kabupaten menerapkan Smart City di Indonesia. 

Smart City di Badung, Bali


Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mengadopsi konsep Smart City untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi melalui aplikasi “Badung Smart City”. Aplikasi ini mencakup berbagai informasi Kabupaten Badung, termasuk tentang keragaman adat budaya dan agama masyarakat setempat, pelayanan publik, hingga informasi pendidikan dan kesehatan. Aplikasi ini juga dimanfaatkan untuk menghimpun informasi terkait pariwisata di wilayah Badung.

Selain berguna untuk publik, aplikasi Smart City ini dinilai mempermudah pemerintah Badung untuk melihat data dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sejalan dengan tujuan penerapan Smart City, pemeritah kabupaten Badung bersama Dinas Kominfo Badung juga telah menyebarkan Internet gratis di wilayah setempat. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu memacu kreativitas warga saat pandemi, di mana aktivitas seperti sekolah dilakukan secara virtual. 

Smart City Mimika

Tahun 2017, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memilih kabupaten Mimika sebagai salah satu dari 25 kabupaten/kota di Indonesia yang didorong menjadi Smart City. Di antara layanan yang tersedia berkat konsep Smart City yaitu hadirnya transportasi online bertajuk Mi-Jek (Mimika ojek online). Serupa dengan Grab atau Gojek, layanan ini dapat digunakan masyarakat setempat untuk pergi ke wilayah Mimika lainnya, memesan makanan atau untuk mengirimkan barang.

Pemerintah Mimika melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika juga menyediakan mesin anjungan dukcapil mandiri (ADM). Mesin ini berfungsi seperti mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Perbedaannya, mesin ADM bisa mencetak KTP, KIA, akte kelahiran, akte kematian dan kartu keluarga.

 Awal tahun ini Lintasarta membangun Mimika Command Center (MCC) yang merupakan Command Center pertama di Papua. Fasilitas ini dibangun untuk membantu Kota Mimika sebagai Smart City yang didukung teknologi telekomunikasi. Selain Command Center, terdapat 10 unit Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di 10 titik lampu lalu lintas dan dua unit CCTV di kantor pusat pemerintahan Timika yang terhubung MCC.
 
Fasilitas ini menghubungkan 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Video Conference yang digunakan untuk berkomunikasi dengan distrik-distrik hingga OPD, penyewaan bandwidth Internet yang dipusatkan di Data Center Kominfo, serta platform yang dapat mengintegrasikan semua aplikasi OPD dalam satu layar di MCC.

Smart City Siak, Riau

Pemerintah kabupaten Siak, Riau bekerja sama dengan Lintasarta untuk membangun menerapkan konsep Smart City. Awal tahun ini, Lintasarta memberikan sejumlah bantuan mulai dari Smart City Platform, Smart Tourism, akses Internet, dan CCTV yang terintegrasi dengan aplikasi milik pemerintah daerah.

Untuk tahap awal, penerapan Smart City di Kabupaten Siak fokus pada integrasi data ke platform Smart City Lintasarta yang disebut SKOTA Data. Selain itu, konsep Smart City juga diterapkan untuk pengembangan pariwisata melalui aplikasi mobile Smart Tourism.
 
Belum lama ini pemerintah kabupaten Siak meresmikan Siak Bedelau yang merupakan layanan penerjemahan berkonsep blended learning system. Portal ini dapat dimanfaatkan oleh para pendidik maupun siswa di kabupaten Siak.

Smart City Batu, Malang

 Untuk mewujudkan konsep Smart City, pemerintah kota Malang meluncurkan platform pengaduan online bernama “Sambat Rene Ker”. Aplikasi Sambat Rene Ker juga telah terintegrasi dengan aplikasi pengaduan LAPOR milik Kementerian PAN RB. Dengan begitu, fasilitas ini dapat semakin memudahkan Pemerintah Kota Malang dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.

 Sementara itu Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Malang, belum lama ini mulai mengarahkan program Smart City untuk mewujudkan Smart Government. Sebelumnya, aplikasi Smart City yang dikelola Diskominfo Kota Batu mengarah pada branding Kota Batu sebagai kota wisata. Smart Government sendiri bermuara pada sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dalam menyusun renstra dan renja di setiap OPD. Basis data yang disusun secara parsial di tiap-tiap OPD kedepannya akan diintegrasikan melalui wadah Smart Government.

Untuk membantu pemerintah di Indonesia dalam menerapkan Smart City, Lintasarta menghadirkan layanan Lintasarta Smart City atau SKOTA by Lintasarta. Layanan ini akan membantu pemerintah mewujudkan konsep Smart City melalui beberapa tahapan yang terarah dan optimal. Anda dapat menghubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait SKOTA by Lintasarta.